Alun Alun Kidul Jogja

Alun-alun Kidul, atau dalam bahasa Indonesia berarti tanah lapang bagian selatan. Tanah lapang ini adalah bagian belakang dari Keraton Yogyakarta. Menurut sejarahnya, alun-alun kidul ini dibuat untuk mengubah suasana bagian belakang keraton menjadi seperti bagian depan karena pada dasarnya antara Gunung Merapi, Keraton Yogyakarta dan laut selatan pulau jawa terbentuk garis imajiner yang menghubungkan kesatuan tersebut. Agar dari selatan posisi Keraton Yogyakarta tidak seperti membelakangi laut selatan, maka dibentuklah alun-alun lor.

Dahulu alun-alun kidul merupakan bagian dalam Keraton Yogyakarta, tapi saat ini seiring dengan berkembangnya jaman, alun-alun kidul menjadi tempat yang terbuka untuk umum dan dipergunakan sebagai salah satu obyek wisata yang khas Jogjakarta. Pada siang dan malam hari banyak terdapat sajian kuliner kaki lima yang khas. Jika siang hari dari mulai lontong sayur, sup buah, minuman tradisional dawet atau cendol dan masih banyak pilihan lain. Sedangkan ketika malam hari, semua berubah. Dari mulai jagung bakar, wedang ronde, dan angkringan. Selain itu banyak juga disewakan sepeda berbagai macam jenis, dari yang single, tundem, roda 3 (tapi yang untuk dewasa hehehe), becak mini, sampai sepeda roda 4 yang kemudinya mirip kemudi pada mobil dan semua kendaraan dilengkapi dengan lampu hias yang menempel di rangka kendaraan, tampak sangat menarik hehehe kreatif..

Ada salah satu permainan yang sangat unik. Bisa dibilang hanya permainan maupun serius, yaitu permainan melewati tengah di antara 2 pohon beringin yang ada di tengah-tengah alun-alun selatan. Kono ceritanya, jika Anda bisa berhasi melewati jalan ditengah-tengah antara 2 pohon beringin itu, maka permintaan yang diharapkan akan terkabul. Tergantung Anda menyikapinya, mau percaya atau hanya menganggap mitos ??

Untuk penutup mata, Anda bisa menyewanya dari penyedia jasa sewa penutup mata. Harga sewa relatif murah, sekitar Rp 3000 untuk sekali pakai.

Komentar